Tugas jurnalistik 6B ( Deskripsi peristiwa)

Adat Nyadran di kota Klaten bersinar

Klaten merupakan sebuah kota kecil yang berbatasan langsung dengan Daerah Istimewa Yogyakarta, Boyolali, dan Solo . klaten termasuk kedalam wilayah karasidenan surakarta. Kabupaten yang berbatasan dengan provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta ini memiliki jumlah penduduk 1.174.986 jiwa dan mayoritas penduduknya merupakan etnis Jawa. Di daerah Klaten budaya adalah salah satu aspek yang sangat penting dalam perkembangan sosial di dalam suatu daerah, sehingga budaya harus dilestarikan. Nilai-nilai luhur yang menjadi corak budaya masyarakat Klaten sangat beragam
Kabupaten Klaten sendiri memiliki beragam kebudayaan yang menjadi sebuah kebiasaan atau tradisi masyarakatnya salah satunya adalah tradisi nyadran/ sadranan .Tradisi Nyadran adalah serangkaian upacara yang dilakukan oleh masyarakat Jawa, terutama masyarakat Jawa Tengah. Nyadran sendiri berarti keyakinan . Tradisi Nyadran masih lestari hingga saat ini.walaupun ada beberapa acara ritual adat yang mengalami perubahan bahkan dibeberapa daerah di Klaten sudah dihilangkan budaya nyadran itu sendiri karena beberapa hal. Salah satunya karena pemikiran sekelompok orang bahwasanya budaya nyadran merupakan ajaran agama hindu sedangkan pada masa kini mayoritas agama di Klaten adalah islam.
Tak dapat dipungkiri eksistensi budaya Nyadran ini sudah melekat di Klaten karena sudah dilakukan turun temurun . bagi sebagian besar masyarakat klaten Nyadranan merupakan budaya sebelum menyambut bulan Ramadhan. Tradisi ini dilaksanakan oleh masyarakat desa tidak peduli ia dari kelompok agama manapun. Mereka secara bersama mempersipakan sarana prasarana upacara Nyadran. Keunikan inilah yang digali untuk mencari padanan upacara Nyadran yang dilakukan masyarakat Desa yang ada di Klaten
Pada saat pelaksanaan nyadran biasanya para warga melakukan tradisi pembersihan makam , tabur bunga, dan puncaknya berupa kenduri selamatan di makam leluhur. Kenduri yang dilakukan di acara puncak Nyadran untuk mengadopsi sistem kepercayaan warga tiap pemeluk agama di Klaten yang sudah menjadi tradisi tahunan. Kenduri atau yang dikenal dengan sebutan Slametan atau Kenduren sudah ada sejak jaman dahulu.Dalam pelaksanaanya kenduri merupakan sebuah acara berkumpul, yang umumnya dilakukan oleh kaum laki- laki dengan tujuan meminta kelancaran atas segala sesuatu yang diharapkan dari sang pencipta. Acara ini dipimpin oleh orang yang dituakan. Selain rangkaian upacara tersebut, terkadang tiap daerah melakukan pentas hiburan seperti pagelaran wayang kulit semalam suntuk atau pentas hiburan lain sesuai dengan kehendak masyarakat setempat. Nyadran dilakukan penduduk desa setempat dengan mempercayai hakikat dan fungsinya dan mereka akan mengesampingkan identitas agamanya
Nyadran dalam prespektif masyarakat ini diartikan berdoa sebagai bentuk menghargai para leluhur agar mendapatkan tempat sebaik-baiknya di alam kbur dan akhirat serta dilakukanya pesta berupa makan bersama di bangsal dengan menu buah-buahan, nasi beserta lauk, ataupun cemilan- cemilan sederhana. Dalam bahasa Jawa, Nyadran berasal dari kata sadran yang artiya ruwah syakban. Nyadran adalah suatu rangkaian budaya yang berupa pembersihan makam leluhur, tabur bunga, doa, dan puncaknya berupa kenduri selamatan di makam leluhur.
Dalam mempersiapkan pelaksanaan Nyadran, seluruh masyarakat saling bekerja sama dari tahap persiapan, pelaksaksaan, dan tahap penutupan. Rangkaian kegiatan tersebut sebagai berikut
1) Bersih Lingkungan
Bersih lingkungan untuk menyongsong Nyadran, dilakukan olehwarga desa untuk mengadakan pembenahan dan pembersihan makam leluhur. Bersih- bersih ini dilakukan oleh seluruh warga laki-laki baik tua maupun muda dan sebagian wanita. Bersih lingkungan tersebut dilaksanakan pada pagi hari sampai selesai menjelang dilaksanakanya upacara Nyadran
2) Pembuatan makanan
Sebelum pelaksanaan Nyadran masyarakat akan mempersiapkan makanan. Tiap- tiap penduduk menyiapkan bahan- bahan . Bahan utama yang digunakan dalam pembuatan makanan adalah hasil tanaman pertanian, seperti; padi, palawija(hasil pertanian musim kemarau). Hasil pertaniaan akan dipersembahkan pada saat upacara Nyadran.

Komentar