(UTS) B_A310190117_Lola Adea Estevania_Profesi Jurnalistik

Nama : Lola Adea Estevania

Nim : A310190117

Kelas : 6B


Imbas Klithih Jogja, Masyarakat Klaten Turut Siaga dan Waspada Serangan Klithih di Bulan Puasa!


STRAIGHTNEWS, KLATEN--. Beberapa kejadian naas menimpa warga Jogyakarta imbas dari kasus klitih yang tidak ada habisnya. Aksi klitih terjadi di Jogja dan memakan korban jiwa seorang pelajar SMA pada Minggu (3/4/2022). Viralnya klitih di Jogja ini membuat masyarakat Yogyakarta dan sekitarnya termasuk Klaten turut siaga dan waspada karena serangan klitih bisa terjadi dimana saja.

Sebenarnya kasus klitih ini memang sudah marak di Jogja sejak beberapa tahun silam namun belum ada tindakan secara tegas yang memberantas aksi klitih di Jogja sehingga peristiwa ini terus marak terjadi. Dikutip dari thread yang terdapat di Twitter, pelajar SMA yang tewas tersebut merupakan korban klitih di wilayah Balai Banguntapan jalan Gedongkuning pada dini hari, “Min dapat info ada yang kena Klithih deket Balai Banguntapan.”. Tentu saja hal tersebut membuat geger masyarakat karena aksi klitih tersebut menewaskan anak DPRD kebumen.

Sejak viralnya aksi klitih di dini hari tersebut, masyarakat wilayah Yogyakarta dan Sekitarnya menjadi penuh waspada jika hendak bepergian di malam hari. Hal ini mengingat klitih adalah aksi kejahatan jalanan yang tidak mengenal target alias bisa menimpa siapa saja secara acak. Walaupun telah dilakukan penertiban dan penangkapan pelaku oleh aparat penegak hukum, namun aksi klitih di Jogja ini terus menjadi teror menyeramkan di masyarakat. Masyarakat Jogja pun terus dihantui ketakutan ketika bepergian di malam hari, khususnya pada wilayah yang sepi.

Imbas klitih di Jogja ternyata juga menimpa wilayah Klaten yang notabene wilayah sekitar Yogyakarta. Jalan raya yang menghubungkan kota Yogyakarta dan Klaten mendadak lebih sepi sejak viralnya kasus klitih di awal bulan puasa tersebut. Baik masyarakat Jogja maupun masyarakat Klaten membatasi mobilitasnya di bulan puasa ini. Hal ini nampak dari arus lalu lintas yang lebih sepi menjelang tengah malam hingga pagi hari. Hanya terlihat beberapa kendaraan angkutan seperti truk yang masih banyak beroperasi, sementara kendara roda dua jumlahnya tidak banyak.

Menyikapi viralnya klitih di Jogja, salah seorang mahasiswa dari kampus di Yogyakarta yang berdomisili di Klaten yaitu Devi Amalia (20) mengungkapkan bahwa selama bulan puasa ia memilih untuk menginap tidak pulang ke rumahnya di Klaten. “Berkendara di Jogja pas malam hari itu bikin takut, jadi saya memilih nginep di kos untuk minggu-minggu ini. Pulang lagi besok menjelang hari raya, sebelum malam hari biar aman,” tuturnya. Dari penuturan tersebut dapat dilihat bahwa aksi klitih ini memang meresahkan masyarakat Yogyakarta dan sekitarnya.

Sebagai tambahan informasi, bahwa pada Jumat (8/4) di pagi hari telah beredar video Tiktok yang memperlihatkan temuan alat gir motor dimana sudah diikat dengan tali. Video tersebut diambil di lokasi Kabupaten Klaten dimana temuan alat gir tersebut diduga mirip dengan alat yang digunakan oleh pelaku klitih Jogja. Walaupun tidak dijelaskan persis waktu dan lokasi penemuan alat tersebut, namun hal ini membuat masyarakat Klaten menjadi heboh dan semakin ketakutan.

Berdasarkan video wawancara yang dilakukan oleh media massa, Kapolres Klaten AKBP Eko Prasetyo mengungkapkan “Sebagai upaya menindaklanjuti kejadian tersebut, maka apabila ada pihak-pihak yang merasa dirugikan akibat peristiwa ini bisa segera mengajukan laporan ke Polsek atau Polres sedekat,” ucapnya.

Imbas aksi klitih ini membuat semua orang merasa turut waspada dan siaga menghadapi skenario buruk yang mungkin terjadi. Bupati Klaten, Sri Mulyani turut meminta pihak kepolisian Klaten lebih meningkatkan keamanan dan menindak tegas pelaku klitih. Ia mengaku tidak ingin kenyamanan warga maupun pelayanan publik menjadi turut terganggu karena adanya aksi kekerasan tak berdasar tersebut, ungkapnya pada Jumat (8/4/2022).

Untuk mengantisipasi terjadinya aksi klitih di Klaten ataupun hal-hal yang lain yang bisa saja mengganggu keamanan dan kenyamanan warga Klaten, Sri Mulyani juga memberikan himbauan pada orang tua agar memantau dan mengawasi keberadaan anaknya setiap saat, khususnya di malam hari. Warga Klaten diminta agar tidak berkeliaran di malam hari tanpa tujuan demi keselamatan dan keamanan masing-masing.


Komentar