UTS_Bahasa Jurnalistik_ Wisata Telaga Sarangan

Wista Telaga Sarangan

    Saya sudah pernah mengunjungi telaga Sarangan pada saat masih SD. Namun pada saat itu saya sudah mulai lupa kenangan apa saja yang ada pada tempat tersebut, yang saya ingat hanyalah sebuah telaga dan sate kelinci yang enak. Karena memang pada saat itu saya masih kecil jadi besar kemungkinan kalau ingatan saya belum sepenuhnya bisa menginggat segala hal. Salah satunya saat berwisata ke telaga Sarangan ini

    Bertahun-tahun berlalu hingga saat saya mulai memasuki dunia perkuliahan. Saat itu saya merasa sangat suntuk dan ingin merasakan sebuah liburan atau anak jaman sekarang bilang healing. Untuk itu saya mulai berfikir kemanakah saya harus pergi, saya membuka handphone agar menemukan referensi tempat wisata yang indah. Pada saat itu saya mencari melalui aplikasi tik tok, dan benar saja tiba-tiba video mengenai telaga Sarangan lewat di FYP saya. Seketika itu saya langsung berkata "wah aku wajib dateng lagi kesini, pemandangannya yang sangat cantik" kemudian saya mengirimkan tautan video tik tok tersebut kepada teman saya. Tak lama kemudian teman saya menjawab "Gass". Kamipun berdiskusi kapan harus berangkat ke tempat tersebut. 

    Jauh-jauh hari saya sudah mempersiapkan semuanya seperti servis motor, outfit yang akan dipakai, serta dana yang akan sangat diperlukan dalam berlibur kali ini. Tak disangka hari H pun tiba, saya dan teman saya berangkat berbonceng berdua dari Klaten sampai Magetan. Perjalanan ini sangat panjang mengingat kami harus melintasi perbatasan provinsi jawa tengah-jawa timur ditambah rute jalan yang naik dan juga melewati gunung yakni gunung lawu. Sepanjang perjalanan kami berhenti sebanyak 2 kali untuk sekedar makan ataupun beristirahat untuk isoma. Total perjalanan kami sampai ke Sarangan adalah 4 jam karena memang banyak beristirahat. Saat itu telaga sarangan tengah ramai dikunjungi wisatawan sehingga saya dan teman saya kesulitan untuk parkir di dekat telaga Sarangan dan harus parkir agak jauh didekat masjid dan hotel.

    Waktu pertamakali saya mengijakan kaki di tempat wisata telaga Sarangan tersebut saya langsung tertakjub pada pemandangan yang disajikan, sebuah telaga besar dan luas dengan backgroud gunung lawu langsung membuat saya dan teman saya senang. Tidak sia-sia kami datang jauh-jauh dari Klaten ke Magetan. Saya banyak menjumpai orang menjual souvenir baju dan juga orang menawarkan naik kuda. Karena saya takut naik kuda jadi teman saya saja yang naik. Teman saya bercerita "awalnya bapaknya minta 80rb untuk 1 kali putaran tapi aku tawar 50rb diperbolehkan, rasanya menyenangkan melintasi Sarangan tanpa rasa lelah karena tidak perlu jalan kaki". Kemudian kami berdua melihat speedboat yang terpakir dipinggir telaga. Kami kemudian tertarik untuk menaikinya, harga yang ditawarkan oleh pemilik speedboat adalah Rp.50.000/orang. Kamipun langsung mengiyakannya, kemudian kami berdua langsung naik speedboat tersebut. Pengalaman yang saya dapatkan sangat seru dan menyenangkan, merasakan kecepatan dan ketegangan saat naik benda tersebut. Saya bisa langsung menyentuh air telaga Sarangan, airnya sangat dingin dan menyejukan serasa saya ingin berenang namun saya takut karena kedalamannya.

    Setelah lelah dengan semua kegiatan itu saya mencari sate kelinci yang pernah saya cicipi waktu datang kemari. Dan ternyata sate tersebut masih ada sampai sekarang, penjualnya merupakan seorang paruh baya yang membawa gerobak sate. Saya memesan 2 porsi saat itu. Harga perporsi sate kelinci Rp. 15.000/ porsi. Memang sate kelinci itu adalah sate terenak menurut saya bahkan melebihi sate ayam. Ditambah lagi makan sate kelinci dengan pemandangan menajubkan di telaga Sarangan ini. Hawa dingin menambah nafsu makan sehingga saya menambah 3 porsi lagi hingga kami berdua kekenyangan akibat makan sate tersebut. Kamipun segera membayar sate tersebut dan ingin menjelajahi telaga sarangan kembali sembari menuju ketempat kami parkir sebelumnya. Pada saat kami ingin kembali. Saya melihat banyak sekai orang menjual oleh-oleh buah dan sayuran. Saya tertarik untuk membeli stroberi saat itu, saya mencoba tester dan merasakan manisnya stroberi Sarangan. Akhirnya saya membungkus 5 untuk dibawa pulang. Selain itu saya juga membeli jengkol dan juga alpukat. Karena memang sayur dan buah tersebut sangat banyak dan sangat terkenal di Sarangan. Saya membeli masing-masing 1kg. Setelah membeli oleh-oleh saya dan teman sayapun memulai perjalanan pulang kami dari Magetan ke Klaten. Kami berdoa sebelum memulai perjalanan. Hingga akhirnya kami berdua sampai dengan selamat sampai rumah. Wisata ke Sarangan kali ini sangat menguras tenaga namun kami tak akan melupakan keindahan tempat itu, bahkan mungkin lain waktu kami akan mengunjunginya kembali.

Komentar