Tugas 3_Kisah hidup si Sopir Truck
Kisah hidup si Sopir Truck
Mamet Yudi Iksanto adalah seorang supir truck tronton yang berasal dari Karanganom, Klaten. Ketika semua orang menganggap remeh pekerjaan supir, pak Mamet justru mengambil pekerjaan tersebut untuk mencari nafkah bagi keluarganya
Bagi banyak orang, supir hanya pekerjaan buruh kotor dan melelahkan, namun itu tidak berlaku bagi Pak Mamet. Ia sudah menjadi supir Truck Tronton di Pt. Puspita Yodesia selama 12 tahun, pak Mamet adalah supir yang Telaten. Hal ini dapat dilihat dari kondisi truck yang masih sangat baik perawatannya. Pak mamet sendiri mempunyai banyak predikat seperti Supir paling rajin menerima muatan, Supir paling sayang keluarga, dan Supir paling dermawan . Dalam satu bulan jika muatan ramai Pak Mamet bisa mendapatkan 4 Ritt. Namun jika muatan sepi Pak Mamet tidak hanya diam sambil menunggu muatan, Pak Mamet akan mencari muatan sendiri dengan menelfon kenalan dibeberapa perusahan. Ia akan melakukan segala hal untuk pekerjaannya, karena dari pekerjaannya tersebut ada 3 orang yang harus ia nafkahi yakni istri dan kedua anaknya. Apalagi anak Pak Mamet yang pertama sedang berkuliah disalah satu perguruan tinggi swasta yang biayanya bisa dianggap tidaklah murah sedangkan anak yang kedua tahun ini akan masuk perguruan tinggi. Jadi Pak Mamet Harus bisa menghasilkan Uang lebih untuk membiayai pendidikan kedua putri tercintanya. Bahkan Pak Mamet sampai rela berjualan Bakso untuk menambah pendapatan dan juga Warung bakso yang dimiliki Pak Mamet diharapkan bisa diwariskan ke Anaknya serta untuk jaga-jaga ketika Pak Mamet pensiun dari profesi sebagai supir jadi ia tidak kehilangan sumber pendapatan.
Awal mula Pak Mamet berkerja Sebagai sopir dikarenakan ia ingin merubah hidupnya. Dahulu ia hanya tinggal digubuk rumah yang tiap tertiup angin rumahnya selalu miring, ia bekerja hanya sebagai pencetak genting kala itu. Kemudian anak pertama Pak Mamet lahir yang menyebabkan Pak Mamet ingin mencari penghasilan lain. Pak mamet kemudian ditawari oleh temannya untuk menjadi Supir Truck Pasir di lereng Merapi. Kala itu uang yang dihasilkan cukup menjanjikan dan termasuk jumlah yang banyak pada tahun tersebut. Kehidupan Pak Mamet lambat laun berubah, ia bisa membeli Motor pertamanya dari hasil menjadi supir padahal dulunya ia harus meminjam jika ingin naik motor, itupun terkadang tetangga tidak mau dipinjami
"Kalau jaman dulu mau pinjem motor susah, kadang harus dihina dulu bisa beliin bensinnya tidak baru dipinjamkan. Tapi pas udah bisa kebeli motor sendiri kemana-kemana jadi mudah," katanya.
Dari mulai beli motor pertama, lalu bisa membelikan handphone untuk anaknya dan memperbaiki rumahnya. Tak lama kemudian Pak Mamet beralih menjadi Supir Truck Kontainer. Pendapatan yang dihasilkan dari pekerjaan ini tentunya lebih besar dibandingkan dengan pekerjaan sebelumnya. Namun pekerjaan ini cukup berbahaya karena muatannya berada dipinggir pelabuhan. Alat untuk mengangkut box kontainer juga bisa saja jatuh kapan saja. Hal ini pula yang mendasari pak Mamet untuk pindah menjadi sopir truck Tronton. Selain pendapatan lebih baik. Juga pekerjaan ini lebih nyaman dan cocok bagi pak mamet. Pak Mametpun bercerita jika awalnya ia tidak bisa mengemudikan truck. Namun kakak ipar dari Pak Mamet yang bernama Alm. Joko Santoso lah yang mengajarinya menyupir
"Saya itu sebenernya dulu tidak bisa mengemudikan truck tapi mas Joko yang ngajarin saya sampai bisa"
Dari perjalan hidup Pak Mamet yang penuh dengan lika-liku tersebut ia adalah orang yang pantang meyerah, berulang kali ia dihadapkan dengan keadaan yang tak menentu namun berulang kali juga ia bangkit.

Komentar
Posting Komentar